Jendela: Skenario Film Maya Agustiana

Jendela
Jendela pada sebuah rumah memiliki banyak makna.

Logline
Ratih, ibu rumah tangga dengan dua anak mengintip aktivitas tetangga baru, Niken dari jendela rumahnya dan merasa cemburu dengan kehidupan Niken yang wanita karir.

Sinopsis

Ratih seorang ibu rumah tangga berusia 30 tahun memiliki dua orang anak balita, Naufal (2,5 tahun) dan Daffa (8 tahun). Setiap hari mengurus anak-anak dan rumah tanpa bantuan ART. Suatu hari datanglah tetangga baru, Niken (34 tahun) dan Tyo (35 tahun) yang menyita perhatian Ratih. Ratih merasa cemburu dengan kehidupan Niken yang seorang wanita karir. Dia cemburu karena Niken bisa tampil modis dan dia sehari- hari hanya berdaster.

Ratih cemburu karena Niken tidak harus repot mengurus anak-anak dan rumah. Dia berpikir kehidupan Niken lebih enak dari pada dirinya.

Ratih tidak tahu kalau Niken ternyata cemburu pada kehidupan Ratih dengan anak-anak yang lucu karena Niken dan Tyo belum juga dikaruniai anak.

 

Jendela
(Skenario Film)

1. EXT. JALANAN DI DEPAN RUMAH RATIH – PAGI

Pemandangan aktivitas pagi di depan rumah Ratih dilihat dari balik jendela.

Transisi

2. INT. RUMAH RATIH – PAGI

Berlatar belakang pemandangan dari luar jendela bertransisi dengan latar belakang jendela di dalam rumah Ratih.
Ratih berdiri dari balik jendela rumah. Dia sedang memerhatikan Niken dan Tyo, tetangga baru yang sedang pindahan. Ratih yang berdaster menguncir rambutnya yang sebahu. Daffa berdiri di sofa, dia juga memandang keluar jendela.

3. EXT. JALANAN DEPAN RUMAH RATIH – PAGI

Sebuah truck sedang menurunkan barang-barang di depan rumah seberang rumah Ratih. Seorang perempuan cantik bernama Niken (usia 34 tahun)mengawasi mereka.
Seorang pria bertubuh tegap, Tyo, suami niken berusia 35 tahun menghampiri Niken dan memeluk bahu Niken. Mereka memandangi rumah baru mereka.

Cut to
4. INT. RUMAH RATIH – PAGI

Ratih sedang memperhatikan Niken yang bersiap berangkat kerja bersama suaminya. Niken tampil cantik dengan setelan kantor celana panjang dan blus berlengan panjang. Ratih terlihat cemburu dengan tampilan Niken sementara dia sehari-hari hanya berdaster. Kemudian Ardi menghampiri Ratih, ikut memperhatikan pasangan tetangga baru.
ARDI

Tetangga baru?

RATIH

Cantik ya.
ARDI

Kamu juga cantik, Tih.

RATIH

Iya, dong. Sayangnya sehari-hari aku berdaster. Setiap hari riweh sama urusan anak-anak dan rumah. Coba kalau aku nggak berhenti kerja waktu hamil, pasti aku sekarang kayak Mbak Niken itu. Tampil cantik dengan stelan kantorku.

ARDI
Kamu mau balik kerja? Sekarang mah gampang kita bisa hire baby sitter atau titip di daycare.

RATIH

Ih kamu kok bisa sih, percayain anak sama orang lain (Ratih kesal).
Ratih meninggalkan Ardi Ardi mengangkat bahu.
Cut to

5. INT. RUMAH NIKEN – SIANG

Niken menatap keluar jendela dia memerhatikan rumah Ratih.
Transisi

6. EXT, DEPAN RUMAH RATIH – PAGI/SIANG

Pemandangan dari balik jendela rumah Niken. Transisi ke adegan Ratih yang menggandeng Naufal dan berjalan di depan rumahnya sambil menenteng kantong belanjaan sayurnya.
Ratih menggendong Daffa. Naufal berdiri di sampingnya. Mereka sedang melambaikan tangan ke mobil Ardi yang berjalan menjauh dari mereka.

Pemandangan keluarga ratih sedang bercengkrama di halaman. saat Ardi bermain bola dengan Naufal dan Ratih menyuapi Daffa.
Transisi

7. INT. RUMAH NIKEN – PAGI/SIANG

Niken memperhatikan keluarga Ratih dari balik jendela. Tyo menghampiri Niken dan memeluk bahu Niken. Niken menyandarkan kepalanya ke bahu tyo. Mereka terus memandang keluar jendela memperhatikan kegiatan keluarga Ratih.

Fade away

END

Maya Agustiana

 

Penulis:
Maya Agustiana,
Pegiat Teater dan Literasi Jakarta

 

Pos terkait